Hari ini menjelma kelabu :
Mungkin kita ingat kala berjalan dibawah guguran bunga
Bukan sakura, ini bunga jalanan
Yang rimbun namun sering membawakan kita cerita
Berupa kalbu semesta
Yang isinya tak perlu berkata-kata
Kita hanya perlu diam dan berdiang
Pada tepian jalan
Hari ini tak akan sama :
Karena ku gayutkan kelabu pada kelopak hatimu
Aku mengguratkan sendu
"Aku mendung", itu katamu
Hingga meski jauh aku tahu bulir-bulir itu hampir pecah dari ujung mata
Hari ini jauh berbeda :
Pada hari yang sama
Selaksa maaf aku kemas untuk hatimu
Hati manusia sama sepertiku
Namun nampak biru yang paling biru
Semarang, 2009



Ilalang. Sulur-sulurnya menyalurkan keyakinan 